Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link Get now!

Mengenai Saya

Foto saya
Nontonx-21
Blog ini untuk Mengembangkan Potensi Yang Berada didalam Diri saya
Lihat profil lengkapku

Cerpen : Mimpi yang Terkabul



 Mimpi yang Terkabul

Sinta terduduk lemas di tanah kosong, tile-tile di gedung apartemen tempat ia tinggal bersama keluarganya. Ia merenungkan segala sesuatu yang sudah terjadi dalam hidupnya. Ia lahir dari keluarga sederhana, orangtuanya bekerja sebagai buruh pabrik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, mereka berusaha sebaik-baiknya memberi pendidikan yang baik untuk Sinta.

Sinta merupakan anak yang pintar dan rajin di sekolah, ia bukanlah anak yang manja dan suka berbuat ulah. Karena itulah, ia dapat meraih beasiswa kuliah untuk jurusan bahasa Inggris di salah satu universitas terkenal di kota tempat tinggalnya.

Namun, Kebaikan Sinta tersebut tidak ada yang tahu, itu semua tak berarti bagi suatu orang. Setelah lulus kuliah Sinta mencari pekerjaan yang memang sesuai dengan ilmu yang dia dapatkan. Namun, belum ada satu tempat pun yang menerima dia. Ini membuat Sinta putus asa dan ia merasa bahwa dirinya sudah tidak ada gunanya.

Sebenarnya, tak hanya pekerjaan yang membuat Sinta merasa terpuruk. Tapi juga seorang laki-laki. Sinta sudah mengenalnya selama beberapa bulan. Namun, Sang Pria tersebut tidak tertarik padanya. Ia menyadari bahwa dirinya bukan tipe wanita yang disukai oleh kebanyakan pria. Sinta memang memiliki kekurangan yaitu bentuk tubuhnya yang sedikit berlebihan berbeda dengan kebanyakan wanita yang selalu ingin mengejar idealis bentuk tubuh.

Hari-hari Sinta menjadi semakin murung. Teman-temannya sudah tidak terlihat keberadaannya lagi di sekitarnya. Terkadang Sinta merasa hidupnya tidak memiliki tujuan lagi.

Suatu hari, Sinta tertidur pulas di kamarnya dan tiba-tiba saja ia bermimpi. Mimpi Sinta itu begitu nyata dan berbeda dari mimpi-mimpi yang pernah ia alami sebelumnya.

Ia bermimpi dan berada di relung hatinya yang dalam yang selama ini tidak pernah ia temukan. Sinta memasuki sebuah lorong yang gelap dan akhirnya bertemu dengan seorang nenek tua yang sangat misterius.

"Kamu adalah tulang punggung keluargamu dan jangan pernah meremehkan dirimu sendiri," kata Nenek.

Dalam mimpi itu, Nenek memberikan sebuah benda kepadanya dengan sempurna sebuah liontin berbentuk hati. Saat Sinta memasangkan liontin itu di leher, ia merasa lebih percaya diri dan nyaman. Ia merasa penuh cinta dan kasih sayang.

Ketika Sinta terbangun dari mimpinya, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Ia sekarang merasa lebih percaya diri dan memiliki harga diri yang tinggi. Ia tidak lagi terpuruk karena pekerjaan dan penolakan dari laki-laki yang ia sukai.

Sinta kembali mencari pekerjaan dan berdoa agar mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan. Kebetulan, ada sebuah perusahaan asing yang membuka cabang di kota tempat tinggalnya yang membutuhkan penerjemah bahasa Inggris untuk kontrak besar yang diadakan oleh perusahaan tersebut. Sinta segera mengirimkan CV-nya dan setelah melalui beberapa tahap seleksi, ia mendapatkan pekerjaan yang ia idamkan selama ini.


Sinta berubah menjadi sosok yang lebih berenergi dan positif. Ia menemukan teman-teman baru dan menikmati pekerjaannya. Namun, semua itu berubah ketika Sinta mendapat telepon dari teman sekolah lamanya.


"Sinta, kamu tahu dia?" ujarnya.

"Dia siapa?" tanya Sinta.

"Rivaldi! Dia sekarang sedang mencarimu dan ingin bertemu denganmu "


Sinta merasa aneh dan tidak mengerti mengapa Rivaldi mencarinya. Namun, ia setuju untuk bertemu dengannya.

Rivaldi terkesan dengan kecerdasan dan kecantikan Sinta, dan setelah beberapa pertemuan, mereka mulai berpacaran. Sinta tetap rendah hati meskipun kini hidupnya berubah dari sebelumnya.

Setelah menjalani hubungan selama beberapa tahun, Sinta dan Rivaldi memutuskan untuk menikah. Mereka merencanakan pernikahan yang sederhana dengan keluarga dan teman terdekat.

Pada hari pernikahan mereka, Sinta menyadari sesuatu, bahwa mimpinya menjadi kenyataan. Liontin yang diberikan Nenek dalam mimpinya ternyata ada di dalam kotak cincin berlian yang diberikan Rivaldi.

Sinta menangis bahagia saat mengetahui bahwa mimpi yang ia alami, terwujud dalam kenyataan. Hidupnya yang dulu merasa tak berarti dan terpuruk akhirnya berubah menjadi hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan cinta. Dan tepat di saat pandangan Sinta memandang Rivaldi, ternyata mereka sedang berjalan di tengah petir yang begitu kuat tapi bersamaan didalam lubuk hati Sinta yang dalam terdapat Nenek dengan tersenyum memberikan semangat.


Author : Dias Maulana (Mahasiswa Aktif)

           

Posting Komentar